daLam peRjaLanan HiDup beRsyuKuR itu peRLu!!
Sunday, September 30th, 2007FLaSh bacK
Tadi mlm aku merenung, memikirkan bahwa apa yang telah kudapatkan
selama ini terlalu berlebih sehingga aku menjadi pribadi yang manja dan lemah.
seharusnya aku bersyukur atas apa yang kupunyai saat ini,
karena dengan bersyukur kita jadi mengerti bahwa Allah sangatlah menyayangi kita
apapun yang terjadi pada kita wajib diambil sisi positifnya,
itu yang penting.
karena dengan begitu kita tidak menjadi pribadi yang penuh rasa penyesalan dan selalu
melihat kebelakang saja atau hanya melihat ke atas saja.
kalau qu ingat masa lalu n masa kecil ku dulu
mungkin ap yang kupunyai saat ini sangatlah tidak disangka2
sewaktu kecil (TK) kita pasti sering ditanya oleh orang dewasa
"apa cita - cita ku nanti setelah dewasa?"
n waktu itu namanya juga anak kecil pada umumnya lah
cita - cita boleh tinggi, lantas kujawab saja "dokter",
karena cita - cita yang dianggap sangat ngetren bwat anak TK saat itu adalah
dokter,, pengacara, polisi, guru, pilot dan u knowlah presiden :p
kemudian sewaktu kelas 3 SD, adikku yang kedua sakit bronkitis kronis
sampai badannya kurus sekali,
sampai sekarang pun masih begitu loh
(bwat adikku ituw menjadi gemuk adalah salah satu dari cita - citanya :D)
kemudian juga waktu itu keluargaku masih tergolong keluarga yang baru mengawali
hidup di jakarta tanpa berbekal apa - apa dari orang tua mereka selain ilmu
dan pendidikan.
jadilah kehidupan kami benar-benar sangat memprihatinkan.
jangankan untuk berobat adikku,
untuk makan kami sekeluarga saja benar2 minim.
aku sebagai anak tertua sudah wajib mengerti keadaan bayangin aj kelas 3 SD waktu itu.
tidak seperti sekarang yang baru kelas satu saja sudah mengerti yang namanya pacaran, duh!
aku sangat ingin seperti anak kecil pada umumnya yang mempunyai mainan yang banyak
dan baju yang bagus.
tapi apa boleh buat
kemudian ibuku datang berobat untuk adikku pada seorang dokter yang sangat baik hati
aku masih ingat loh mukanya dokter itu sampai sekarang
n
beliau yang mengobati adikku dan
mungkin karena kasihan melihat ibuku sehingga beliau
memberi tahu resep tradisional n menggratiskan berobat untuk adikkku,
subhanallah..
pada saat itu padahal ibuku sudah sangat lelah n pasrah atas penyakit adikku itu.
kalau ingat lagi..
itulah pertolongan yang mahakuasa melalui tangan seorang manusia yang baik hati n berjiwa besar..
aku saat itu bertekad untuk menjadi seperti beliau.
dokter yang ikhlas menolong sesama dan tanpa pamrih.
tapi saat itu aku juga telah berpikir
bahwa apakah mungkin??
dari mana biayanya?
cita - cita yang waktu itu hanya merupakan impian belaka n benar2 hanya merupakan
cita - cita..
sesuatu yang terlalu tinggi dan sulit untuk digapai n
aku sudah menyadari hal tersebut..
ternyata impian belaka itu sekarang alhamdulillah bersambut.. (aku sedang diperjalanan untuk menggapainya)
Allah telah memberikan rejeki yang alhamdulillah cukup kepada kedua orang tuaku untuk
dapat meraih apa yang hanya merupakan cita - cita saja waktu kukecil dulu
s
ubhanallah..
kalau dipikir2 kedua orang tuaku pastilah amat sangat menyayangiku dengan memberikan apa yang ku mau,
kuliah di kedokteran terutama di swasta itu ga murah..
amat sangat jauh dari yang namanya murah,
biayanya untuk semesterannya saja 10x lipat dari
perguruan tinggi negeri yang lmyan bagus sekalipun..
n juga biaya uang masuk n uang gedungnya pun cukup untuk mengambil spesialis di perguruan tinggi
yang paling bergengsi di negeri ini (meskipun lewat jalur yang biasa
)
kadang agak menyesal juga sih kenapa dulu aku ga berusaha untuk mendapatkan negeri, sudahhh.. lwt spmb berbekal kepedean yang sangat luar biasa aku keterima di undip fakultas hukum
sedangkan aku tetap ingin kedokteran
dan juga
hanya saja waktu itu aku tinggal di luar n sistem pendidikannya sama namun kualitasnya tetap saja berbeda.
lihat saja anak sma disini pulang jam berapa?
apa yang mereka lakukan setelah itu? p
asti ga jauh2 dari
yang namanya bimbel bimbel n bimbel.
bahkan ada yng sampai ikut bimbel di tiga tempat agar waktu kosong setelah
pulang sekolah setiap harinya terisi dg sesuatu yang menurutku terlalu dipaksakan
apa ga kasihan ya??
sedangkan aku dulu waktu SMA di Bangkok,
boleh dibilang setelah pulang sekolah jalan, kongkow2,
makan ice cream di sweensen’s,
jalan ke panthip plza ato jalan ke isetan atau
ngapain ajalah yang jelas jauh dari yang nmanya belajar…
yah intinya siy, semua orang punya jalannya masing - masing untuk mencapai tujuannya…
mungkin inilah jalanku..
harus kuliah di swasta yang biayanya cukuplah mahal n juga terkenal susah banget lulus..
jadi ingat pertama kali aku masuk univ. ini pendapat ibu DCM (Deputy Chief of Mission)nya Bangkok bilang bahwa,
duhh keluar aja kalau bisa jangan kuliah disitu, lulusnya lama banget..
yah itu khan paradigma.. semua tergantung orangnya jugakan?
apa iya kalau kita berusaha dan berdoa semuanya tidak akan tercapai??
sekarang balik lagi ke positif thinking juga..
kita pegang niat kita kuat2, pasti ada jalannya.
karena sudah terlanjur membayar di univ. tmpt ku kuliah ini yah lanjutin saja,
padahal waktu itu datang surat ke Bangkok dari salah satu univ. tertua di indonesia yang mengadakan UM pertama kali angkatan lulusan ku
(ga perlu disebut namanya khan??)
menyatakan bahwa aku diterima di univ. tersebut fakultas kedokteran jga
dan wajib daftar ulang secepatnya..
loh ko bisa??
padahal jelas2 pengumuman sebelumnya aku ga keterima n lagipula suratnya datengnya telat,
entah sebelumnya udah nyangkut dimana
yah emng bukan milik siy yahhh..
ga perlu disesali..
positif thinking aja mungkin itu bukan yang terbaik
memang benar bukan yang terbaik..
n aku memang merasa tempat ku sekarang inilah yang terbaik untukku,
karena aku sudah berdoa dan menetapkan pilihan sebelumnya.
sekarang hanya tinggal menjalaninya saja..
yang jelas kedua orang tua dan yang di atas telah memberikan jalan kepada ku.
jalanku untuk menjadi dokter muslim yang dapat beramal kepada sesama..
kenapa aku harus mengingkarinya
dan berbuat hal - hal yang tidak ada manfaatnya
untuk menghabiskan waktuku yang hanya sebentar ini.
itu bukanlah suatu bentuk dari rasa bersyukur..
rasa bersyukur itu..
syukurilah apa yang telah kamu punyai saat ini karena itulah yang terbaik yang diberikan bagimu.
Lakukan yang harus kamu lakukan dan berikan usahamu yang terbaik untuk menggapainya, sampai kamu dapat berkata pada dirimu sendiri dengan puas bahwa “sudah saya lakukan yang sebaik – baiknya”.
SePt 30, 2007.
16:16
aNinDiTa